♥^__^♥ Selamat Datang..!! Semoga Jadi Spiritual Pencerahan Matahati dengan Nafas Cinta Ilahi ♥^__^♥

Rabu, 09 November 2011

ADAB MAKAN DAN MINUM

Dalam proses makan dan minum
hendaknya senantiasa memperhatikan
adab- adab yang telah di contohkan Rasulullah SAW, yaitu:

  


1. Makan yang baik dan halal. 
 "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithon; Karena Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian". (QS. Al Baqarah [2]: 168)
2. Membaca “basmalah” kalau lupa baca “Bismillahi Awwaluhu Waakhiruhu” 
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ بِسْمَ اللهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ فِيْ أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
"Apabila salah seorang dari kalian makan, maka ucapkanlah {بِسْمِ اللهِ} dan jika lupa pada waktu awalnya, maka ucapkanlah بِسْمِ اللهِ فِيْ أِوَّلِهِ وَآخِرِهِ}. (HR. Tirmidzi: 1865)
 2. Makan dan minum dengan tangan kanan Umar bin Abi Salamah ra berkata:
 
"كُنْتُ غُلَامًا فِيْ حِجْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيْشُ فِيْ الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :يَا غُلَامُ سَمِّ اللهَ تَعَالَى وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ"
"Dahulu, aku menjadi pembantu di rumah Rasulullah SAW. Dengannya aku pernah merambah piring makanan, lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku: "Hai nak! Ucapkan Basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang dekat denganmu". (HR. Bukhori: 5376 dan Muslim: 2022)
  
3. Jangan makan dari tengah- tengah piring makan.
4. Jangan makan dan minum dari bejana emas dan perak, 
 Ibnu Abbas ra berkata:
"أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَنَفَّسَ فِيْ الإِنَاءِ"  
"Sesungguhnya Nabi SAW melarang bernafas pada bejana". (HR. Bukhori: 1/221 dan Muslim: 261)
Abu Sa'id Al-Khudri ra berkata:
"نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اخْتِنَاثِ الأَسْقِيَةِ"
"Rasulullah SAW melarang minum dari ujung botol/ teko". (HR. Bukhori: 10/78 dan Muslim: 2023)
5. Menjilati tangan, jari dan piring, memakan kembali suapan yang jatuh setelah menyingkirkan makanan yang kotor Anas bin Malik ra berkata:
"إِذَا أَكَلَ طَعَامًا لَعِقَ أَصَابِعَهُ الثَّلَاثَ ،وَقَالَ: إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا وَلْيُمِطْ عَنْهَا الأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ. وَأَمَرَنَا أَنْ نَسْلُتَ القَصْعَةَ .وَقَالَ: إِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ فِيْ أَيْ طَعَامِكُمْ البَرَكَةُ"
"Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila makan, beliau menjilat tiga jarinya (yang digunakan untuk makan). Beliau bersabda: "Apabila makanan kalian jatuh, ambillah dan cucilah kotorannya, lalu makanlah. Dan jangan biarkan bagian untuk syaithon. Beliau memerintahkan kami untuk membersihkan piring makanan. Beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian tidak tahu, makanan kalian yang mana berbarokah". (HR. Muslim: 2034)
6. Makan secara bersama- sama, Rasulullah bersabda:
"فَاجْتَمِعُوْا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهِ يُبَارِكُ لَكُمْ فِيْهِ"
"Berkumpullah kalian ketika makan, dan sebutlah nama Allah SWT niscaya kalian diberi berkah". Dilarang mencela makanan, jika tidak suka ditinggalkan(HR. Abu Daud: 3764)

7. Tidak minum dengan berdiri.
8. Tidak boleh bernafas dalam bejana/ minum dari wadah air minum.
9. Alhamulillah setelah makan dan minum, Abu Umamah ra berkata:
"أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَعَ مَائِدَتَهُ قَالَ :الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ غَيْرَ مَكْفِيِّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنَي عَنْهُ رَبِّنَا"
"Sesungguhnya Nabi SAW apabila menyelesaikan makannya, beliau berdo'a: "Segala puji bagi Alloh yang banyak, baik dan penuh. Pujian yang tidak mencukupi, yang tidak dititipkan dan tidak dibutuhkan oleh Robb kami". (HR. Bukhori: 5458 dan Muslim: 3452)
10. Tidak boleh mencela makanan dan disunnahkan untuk memujinya.
11. Tida terlalu kenyang dalam makan dan minum.

Senin, 07 November 2011

EMOSI


“Sesungguhnya Aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela:
KELUHAN tat kala mendapat nikmat dan UMPATAN tatkala mendapat musibah” (Hadist Rasulullah)

Manusia adalah mahluk yang senang bergembira dan berbangga diri,
Suka berkeluh kesah saat ditimpa musibah,
Meluap dan sulit dikendalikan saat marah,
Dan sangat kikir saat mendapatkan kebaikan
Saat tidak menyukai seseorang ia cendrung menghardik dan mencela,
Begitu juga saat menyukai seseorang, ia akan terus memuja dan menyanjung setinggi langit seolah- olah tidak ada cacatnya.

Emosi dan Perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal: kegembiraan yang memuncak dan Musibah yang berat.
Emosi yang tak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan dan meresahkan diri sendiri. Sebab, emosi akan membuat seluruh tubuh gemetar, akan memaki siapa saja, nafas tersengal- sengal, dan bertindak sekehandak nafsunya. Sedangkan saat mengalami kegembiraan, ia akan menikmatinya secara berlebihan dan lupa daratan.

Akibat tidak mampu mengendalikan emosi, akan timbul berbagai penyakit bahkan bisa menyebabkan depresi dan gila, lebih parahnya lagi bisa menyababkan kematian.  
Jika menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.

Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
  1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
  2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
  3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
  4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
  5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
  6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
  7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain, dan lain sebagainya. (dikutip.com)
Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Saat seseorang memancing emosi, tekanan darah langsung naik ke ubun-ubun, tangan gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Dalam Riwayat  Abu Hurairah dikatakan "Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah" (H.R. Malik).

Beberapa cara untuk meredam atau mengendalikan kemarahan:

1. Membaca Ta'awwudz, “A'uudzu billah mina-syaithaani-rrajiim"
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk).
Marah itu dari syetan,  nah ketika ingin marah segera kita mengucapkan ta’awwudz. Dalam satu hadits diriwayakan : bahwa Rasulullah mendapatkan dua orang sedang saling mencaci sehingga saling merah wajah satu sama lainya karena marah kemudian Rasulullah bersabda :"sesungguhnya akan kuajarkan satu kalimat yang kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu Ta’awwudz.

2. Berwudhu
Feadahnya untuk memadamkan amarah, juga bermanfaat untuk menyegarkan diri dan hati.
Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk atau merubah posisi.
Misalnya dalam keadaan berdiri maka cobalah untuk duduk, jika emosi tidak juga reda cobalah untuk berbaring.
Dari Abi Zar sesungguhnya Rasulullah bersabda : "apabila salah seorang di antara kamu marah sedang dia berdiri maka hendaklah dia duduk dan jika belum reda hendaklan dia berbaring".

4. Diam/ Merenung
Ini cara menenangkan hati, bisa jadi dengan diam dan menyendiri ditempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok.
Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).

5. Bersujud.
Artinya shalat sunnah mininal dua rakaat.
Dalam sebuahhadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)
Shalat akan membuat pernafasan menjadi lebih pelan dan lebih rileks untuk menurunkan tekanan psikologis maupun stress.

Barangsiapa yang mampu menguasai perasaan dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan maupun yang menggembirakan, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Barangsiapa mampu menguasai emosinya, mengendalikan akalnya dan menimbang segalanya dengan benar, maka ia kan melihat kebenaran, tahu jalan yang lurus dan menemukan hakekat.

Islam mengajarkan keseimbangan norma, budi pekerti, dan perilaku sebagaimana ia mengajarkan manhaj yang lurus, syariat yang diridhai dan agama yang suci. Untuk itu, mari kita berusaha untuk berdiri seimbang diantara gelombang kesedihan yang keras dan dengan luapan kegembiraan yang tinggi. Senantiasa bersyukur tatkala mendapat kesenangan dan bersabar tatkala berada dalam kesusahan.

Seperti kata hadist:
“Cintailah orang yang engkau cintai sewajarnya, karena siapa tahu ia akan menjadi musuhmu di lain waktu, dan bencilah musuhmu itu sewajarnya, karena siapa tahu dia menjadi sahabatmu di lain waktu”

Dan dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda:
“Ya Allah, saya minta kepada- Mu keadilahn pada saat marah dan lapang dada”.

 Selamat mencoba…!!

Jumat, 04 November 2011

BETAPA SULITNYA SABAR

Sabar satu kata yang enteng diucapkan, 
padahal tak ada yang lebih sulit di dunia ini selain “Sabar”.
Sabar  terhadap yang dicintai maupun sabar yang tidak disukai.
Sabar  biasanya diperlukan dalam melakukan sesuatu yang sangat panjang masanya,
atau saat terjebak dalam keputus- asaan karena semua jalan sudah buntu atau apa yang diimpi- impikan tidak tercapai.

Untuk menjalani masa yang panjang itu dibutuhkan bekal yang cukup, agar bisa menyelesaikan perjalanan untuk sampai tujuan. Seperti:
  1. Menimbang kadar ujian itu, yang bisa saja lebih besar dari yang dibayangkan.
  2. Membayangkan bahwa di atas ujian itu ada yang lebih besar lagi, misalnya: diuji dengna kehilangan orang yang sangat kita cintai, diatasnya masih ada ujian yang lebih berat lagi.
  3. Mengharapkan ganti di dunia.
  4. Membayangkan pahala yang akan diperoleh di akhirat.
  5. Menikmati ujian dengan menggambarkannya datang dari sesama dan diarahkan kepadanya, dan yakin bahwa pahala akan datang dengan sendirinya dari Allah.
  6. Kesedihan itu sama sekali tidak berguna, bahkan hanya akan memburuk keadaan.
Tak ada jalan menuju kesabaran,
selain memberikan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh akal dan pikiran.
Artinya, orang yang sabar harus menyibukkan diri dengan hal- hal positif dan menghabiskan saat- saat ujian dengan-Nya.

Seorang penyair mengatakan:
Kupejamkan mataku terhadap semua kotoran,
Dan kukenakan pakaian sabar yang putih dan bersih,
Kala masalah menghimpitku, aku berdoa kepada Allah,
Sejurus kemudian masalah itu pun terbuka.
Jalan- jalan itu tersumbat, tapi dengan berdoa ia terbuka dengan sendirinya.

Senin, 31 Oktober 2011

TERTAWA OBAT PENYAKIT JIWA

Tertawa,
Tertawa yang wajar itu laksana ‘balsem’ bagi kegalauan dan ‘salep’ bagi kesedihan.
Pengaruhnya sangat kuat untuk membuat jiwa gembira dan hati bahagia.

Bahkan, karena itu Abu  Darda’ sempat berkata:
“Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku.
Dan Rasulullah SAW sendiri sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya.
Begitulah tertawanya orang- orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatannya”.

Tertawa merupakan puncak kegembiraan, 
titik tertinggi keceriaan, 
dan ujung rasa suka cita.

Namun, yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana dalam pepatah,
Jangan engkau banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati”.
Yakin, tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan juga dalam pepatah,
Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah”.  (la tahzan)

PERKAMPUNGAN DAN KONVENSYEN DMDI 2011

Perkuat Jaringan Antar- Bangsa
Di Dataran Merdeka Melaka
Program perkampungan dan konvensyen Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) merupakan agenda tahunan DMDI yang diselenggarakan di lokasi berbeda disetiap tahunnya. Perkampungan dan konvensyen merupakan dua rangkaian kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari DMDI sejak berdirinya pada 14 Oktober 2000 lalu, yaitu sama- sama bertujuan untuk menyatukan umat Melayu Islam di seluruh Dunia.

Pada 07 Oktober 2011, Rombongan utusan DMDI Provinsi Riau yang diketua oleh Ira JIS bin Manap, berangkat untuk mengikuti program Perkampungan Belia dan Konvensyen  DMDI XII di Melaka Malaysia selama seminggu, 7- 14 Oktober 2011. Rombongan yang berjumlah 32 orang tersebut diberangkatkan dari pelabuhan Bandar Sri Setia Raja Bengkalis menuju Melaka pada pukul 11.30 Wib. Perjalanan menggunakan Feri ini tidak menghabiskan waktu yang lama, lebih kurang satu jam 40 menit rombongan sampai di pelabuhan imigrasi Melaka Malaysia. Sesampainya di sana, setelah melakukan proses-proses di los pegawai imigrasi pelabuhan, rombongan Riau disambut oleh urusetia (panitia) perkampungan DMDI Malaysia. Selang beberapa saat,  rombongan dari provinsi Riau diminta memasuki memasuki bus untuk diberangkatkan menuju  perkampungan  DMDI 2011 di Km 19 Kampung Tedong, Serkam Merlimau.

Ketibaan rombongan DMDI Prov. Riau
Tepat pukul 15.00 Waktu Malaysia (WM), kami sampai di Kamp. Tedong dan berkumpul di Sekolah Agama Jaim untuk diberikan pengarahan oleh Datuk Abu Bakar yang merupakan ketua urusetia perkampungan sebelum peserta diserahkan ke keluarga angkat masing-masing.

Keesokkan harinya, Sabtu 8 oktober 2011 tepat pukul 17.00 WM, kami berkumpul di Sekolah Agama Jaim untuk mengikuti prosesi penyerahan anak  angkat bersama seluruh peserta perkampungan DMDI lainnya, seperti dari  Sumatera barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan Uversitas Islma Antarabangsa (UIA) Kuala Lumpur Malaysia yang berjumlah sekitar 200 orang.

Ahad 16 Oktober 2011 peserta mengikuti program yang telah dijadwalkan yaitu gotong royong perkampungan, di sekitaran Mesjid Tedung. Peserta, urusetia serta masyarakat kampong Tedong bergotong royong membersihkan di dalam dan luar pekarangan mesjid Tedung. Pada siang harinya dilanjutkan dengan kegiatan Sukaneka bersama keluarga angkat di Komplek Sukan Kg Tedong.

Bersukaneka bersama peserta dari negara lain
Sukaneka tersebut diisi dengan berbagai lomba, diantaranya lomba tarik tambang, mencari uang dalam tepung, bolling botol, lempar balon berisi air, mincing botol dan  pertandingan gubahan Maskan Tradisisonal Negara Peserta.

“Kegiatan ini untuk memupuk keakraban antara orang tua angkat, anak angkat, panitia, dan masyarakat setempat. Karena disetiap regu terbentuk dari peserta yang berbeda daerah asalnya,” terang Ajis.

Pada malamnya dengan hari yang sama, peserta berkumpul di Lapangan kampong Tedung untuk mengikuti acara Pembukaan Perkampungan Belia  DMDI. Acara ini dibuka secara resmi oleh YB Dato’ Razali bin Ibrahim yang merupakan Timbalan Menteri belia dan Sukan (Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga). Dalam sambutannya, belia mengucapkan selamat datang kepada peserta, dan merasa bangga dengan program belia ini yang mampu merangkul belia-belia serumpun dari berbagai penjuru negeri.
Acara pembukaan ini juga disuguhkan dengan penampilan-penampilan seni panggung dari berbagai daerah, termasuk penampilan Tari Zapin oleh dua orang putra Riau.

Senin 10 Oktober 2011 usai sarapan, peserta perkeampungan kembali berkumpul di Sekolah Agama Jaim Kamp.Tedong untuk mengikuti program lawatan. Dengan menggunakan empat bus yang disediakan urusetia, peserta ke tempat-tempat lawatan di seputaran Melaka, seperti ke Industri Hidroponik IKS Duyong, Industri kecil pembuatan kue bohulu, Makam Tun Teja, Perigi Hang Tuah, Muzeium Beliah, Muzeum Kesulanan Melayu Melaka, Menaiki Menara Taming Sari, dan menyelusuri sungai Melaka dengan menaiki speed boat wisata sebelum kembali ke perkampungan masing- masing.

Pukul 20.00 WM, peserta berkumpul di Dewan Hj Maimunah Keb. Serkam Barat untuk mengikuti Majelis Peresmian Penutup (Malam Penutupan) Perkampungan Belia DMDI. Penutupan ini diresmikan oleh YBHG Datuk Abdul Azeez B. Abdul Rahim yang merupakan Presiden Kelab Putera 1 Malaysia.

Selasa 11 Oktober 2011 Pagi, peserta kembali berkumpul di Sekolah Agama Jaim untuk mengikuti Arabic Workshop tentang Melaka Negeri Bandar Teknologi Hijau 2020 yang kemudian dirangkai dengan kunjungan ke industri kecil pembuatan keripik sebelum pulang ke rumah keluarga angkat masing-masing untuk beristirahat.

Pada malamnya, seusai Shalat Isya, peserta mengikuti jamuan makan malam dirumah kepala adat kampong Tedong. Peserta bersama masyarakat kampong Tedung berbaur, dan diberi kesempatan untuk menyampaikan suka dan duka selama beberapa hari berada di Kampung Tedong.

Bersama Budayawan Riau & Mantan Gubri
Rabu 12 Oktober 2011 pagi peserta diberangkatkan menuju hotel Renassance Melaka, untuk mengikuti pra-konvensyen. Sesampainya ditempat, peserta mendaftar sebagai peserta konvensyen dengan memilih biro-biro yang telah disediakan diantaranya Biro Belia, Wanita, Pelancongan, Budaya, Pendidikan, ICT, Komunikasi, dan Dakwah. Peserta yang sudah mendaftar sebagai peserta konvensyen dan sudah memilih salah satu biro, akan masuk keruangan biro masing-masing, untuk membahas dan mengulas tentang bidangnya masing-masing, hingga pukul 13.00 WM.

“Khusus Konvensyen, berlangsung selama tiga hari, dari 12- 14 Oktober 2011 di Hotel Renassance Melaka. Peserta tak hanya dari peserta yang mengikuti perkampungan Belia DMDI Kampung Tedong, tapi juga puluhan Negara- Negara yang tergabung dalam DMDI,” kata Ajis,  seperti, wakil- wakil kerajaan yang mewakili negeri di Malaysia, Provinsi di Indonesia, Kerjaan Brunei, Filipina, Thailand dan Negara Asia Tenggara lainnya. Perwakilan Negara minoritas Melayu Islam seperti Sri Lanka, Madagascar, Australia, Afrika Selatan dan United Kingdom. Perwakilan Negara Islam seperti Arab Saudi, Jordan, Iraq, Iran, Mesir, Bosia Herzegovina, Pakistan, Bangladesh dan perwakilan Negara pertumbuhan Islam seperti India, Jepun, Korea, China, Amerika Syarikat, Prancis, Jerman, Rusia, Portugal, Spanyol dan lain-lain. 

Konvensyen DMDI merupakan acara pertemuan pimpinan- pinan dan tokoh- tokoh Melayu- Islam dari seluruh dunia dalam usaha meningkatkan selaturrahim dan taraf sosio- ekonomi ummat Melayu Islam. Tumpuan perbincangan konvensyen meliputi aspek sejarah dan warisan, sosio- budaya, ekonomi, pendidikan, belia, wanita, dakwah, pelancongan, sains dan teknologi selain menumpukan arah tuju bangsa melayu agar tidak mudah tertindas serta dapat bersaing dengan bangsa lain.

Bersama pejabat Pemprov,. Riau
Acara konvenyen DMDI Ke-12 yang diresmikan langsung oleh Presiden DMDI merangkap Perdana Menteri Melaka yaitu YAB. Datuk Seri Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam. Serta dihadiri oleh semua pengurus setia DMDI, dan duta- duta perwakilan masing- masing Negara anggota.

“Konvensyen ini memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali kegemerlangan Islam sekaligus untuk memberi semangat jati diri orang Melayu dan umat Islam dengan semangat kesatuan dan perpaduan, pembangunan, semangat kesetiakawanan dan bekerjasama orang melayu dan umat Islam seluruh dunia,” jelas Ajis.

Ia menambahkan, 12 tahun berkiprah, DMDI telah menghasilkan beberapa kesepakatan antar Negara anggota dari biro- biro yang sudah dibentuk, seperti pendidikan, kesehatan, pariwisatan dan lain sebagainya. Untuk bidang pendidikan, telah terjalin MoU antara Universitas Islam Riau dengan Universitas di Malaysia, pendidiran yayasan DMDI, Bank DMDI serta membantu Negara- Negara yang tertimpa musibah.

“Untuk konvensyen tahun ini, telah merekomendasikan beberapa program dalam rangka pengembangan orang melayu dan umat Islam, diantaranya aka dibangus wisama DMDI, pertemuan khusus masing- masing biro, pertukaran mahasiswa dan beberapa program lain yang tentunya akan diimplementasikan pada tahun 2011 mendatang,” terang Ajis.

Penutupan Konvensyen DMDI 2011
Selain itu, tahun 2011 setiap anggota DMDI sudah dilengkapi dengan kartu member seperti kartu ATM yang berisi identitas dan nomor keanggotaan di DMDI. Dengan kartu tersebut akan memberikan kemudahan bagi anggota untuk melakukan berbagai aktifitas ke Negeri Malaysia, baik itu melancong, belajar, maupun untuk pelayanan kesehatan.

Setelah Konvensyen DMDI usai pada Jumat 14 Oktober 2011 pada pukul 12.00 WM,  program DMDI dilanjutkan dengan shalat jumat berjamaah. Peserta konvensyen kembali ke Negara masing- masing, sementara peserta perkampungan kembali ke keluarga Angkat di Kg. Tedong.  Pukul 15.00 WM, peserta kembali berkumpul di Masjid Tedong untuk melaksanakan gotong royong sekaligus memotong seekor sapi untuk acara penutupan pada malam harinya.

Pukul 07.00 petang, peserta shalat magrib, thalil, marhaban, doa selamat, shalat Isya dan makan bersama di Masjid Tedong sebelum diakhiri dengan Majelis Penutup dan Penyerahan Anak Angkat oleh YB Datuk Haji Ghazali Bin Muhamed, ahli Dewan Undangan Melaka Kawasan Serkam di Dewan Sek. Rendah Agama Jaim Kg. Tedong Merlimau.

Sabtu, 15 Oktober 2011, masing- masing peserta betolak ke dinasti masing- masing, termasuk rombongan DMDI Provinsi Riau. Banyak hal yang dapat saya ambil dalam perjalan DMDI kali ini, diantaranya sifat sederhana, terbuka dan ikhlas masyarakat Kp. Tedong dan komitment untuk memajukan orang melayu dan Umat Islam begitu nyata dalam konvensyen DMDI.

foto bersama dengan keluarga angkat
Tahun 2012, Palembang Sumatera Selatan akan mewakili Indonesia untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Majelis Tinggi DMDI ke- 13 tahun 2012, semoga keramahan, keikhlasan, dan keterbukaan juga akan tercermin didaerah tersebut sebagai perwakilan Indonesia.

Kesadaran sejarah dan latar belakang bangsa serumpun menjadi landasan dan tapak tilas untuk meraih kegemilangan di masa depan. Melayu dan Islam yang sebati bagaikan aur dengan tebing, menjadi fondasi meraih kegemilangan Melayu, bak kata Hang Tuah “Takkan Melayu Hilang di Bumi”.(*)

Penulis adalah Anggota DMDI Prov. Riau
Andi Lesmana & Msd

Sabtu, 29 Oktober 2011

CEMAS dan SEDIH

Antara kecemasan dan kesedihan itu ada kaitan yang sangat erat. 
Keduanya merupakan kesengsaraan dan siksa yang melingkupi jiwa.

Perbedaannya, kecemasan disebabkan oleh ketakutan terhadap yang akan datang
sedangkan kesedihan adalah perasaan tertekan atas terjadinya hal- hal yang tidak disukai.

Keduanya sama- sama menyerang jiwa, ketika jalinan itu terhubung dengan masa lalu disebut kesedihan, dan ketika terhubung dengan masa depan disebut kecemasan.

Seorang penyair pernah berkata,

Tidakkah kaulihat 
bahwa karunia Rabb-mu tidak terhitung
Baik yang baru maupun yang lama?
Tak usah suntuk, 
sebab tidak ada sesuatu yang selalu ada.
Dan kesuntukanmu itu juga takkan abadi.
Semoga Allah melihatmu setelah ini
dengan pandangan yang penuh rahmat"