♥^__^♥ Selamat Datang..!! Semoga Jadi Spiritual Pencerahan Matahati dengan Nafas Cinta Ilahi ♥^__^♥

Kamis, 10 November 2011

DOA ORANG- ORANG YANG DIKABULKAN


Doa merupakan ibadah, 
doa ibadah paling utama, 
doa adalah benteng, 
doa adalah pintu taubat, 
doa adalah pintu segala kebaikan, 
dan doa bisa menolak qhada (takdir).

Hadist Riwayat Hakim:
 “Barang siapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Allah akan marah kepadanya”

“Tidak ada yang bisa menolak qhada kecuali doa, dan tidak ada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik”.

Golongan orang- orang yang dikabulkan doanya:
1. Orang yang berdoa saat kesulitan
2. Orang yang berdoa saat teraniaya walau ia kafir
3. Orang yang berpuasa, musafir dan orang tua
4. Doa orang muslim tampa sepengatahuan yang didoakan
5. Doa diwaktu longgar/ senang
7. Doa orang yang banyak berzikir kepada Allah, teraniaya dan pemimpin adil
8. Doa orang muslim terhadap orang kufur
Adab Berdoa
1. Ikhlas
2. Tadharru’ (merendah) kepada Allah ketika berdoa kepada-Nya.
3. Menghadap kiblat
4. Mengangkat kedua tangan
5. Memulai dengan tahmid (pujian terhadap Allah) dan shalawat Nabi
6. Dengan suara samar, tidak keras, dan tidak  tergesa-gesa
7. Yakin akan dikabulkan dan memahami serta meresapi benar dalam berdoa
8. Berpakaian bersih.

Rabu, 09 November 2011

ADAB MAKAN DAN MINUM

Dalam proses makan dan minum
hendaknya senantiasa memperhatikan
adab- adab yang telah di contohkan Rasulullah SAW, yaitu:

  


1. Makan yang baik dan halal. 
 "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithon; Karena Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian". (QS. Al Baqarah [2]: 168)
2. Membaca “basmalah” kalau lupa baca “Bismillahi Awwaluhu Waakhiruhu” 
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ بِسْمَ اللهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ فِيْ أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
"Apabila salah seorang dari kalian makan, maka ucapkanlah {بِسْمِ اللهِ} dan jika lupa pada waktu awalnya, maka ucapkanlah بِسْمِ اللهِ فِيْ أِوَّلِهِ وَآخِرِهِ}. (HR. Tirmidzi: 1865)
 2. Makan dan minum dengan tangan kanan Umar bin Abi Salamah ra berkata:
 
"كُنْتُ غُلَامًا فِيْ حِجْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيْشُ فِيْ الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :يَا غُلَامُ سَمِّ اللهَ تَعَالَى وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ"
"Dahulu, aku menjadi pembantu di rumah Rasulullah SAW. Dengannya aku pernah merambah piring makanan, lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku: "Hai nak! Ucapkan Basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang dekat denganmu". (HR. Bukhori: 5376 dan Muslim: 2022)
  
3. Jangan makan dari tengah- tengah piring makan.
4. Jangan makan dan minum dari bejana emas dan perak, 
 Ibnu Abbas ra berkata:
"أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَنَفَّسَ فِيْ الإِنَاءِ"  
"Sesungguhnya Nabi SAW melarang bernafas pada bejana". (HR. Bukhori: 1/221 dan Muslim: 261)
Abu Sa'id Al-Khudri ra berkata:
"نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اخْتِنَاثِ الأَسْقِيَةِ"
"Rasulullah SAW melarang minum dari ujung botol/ teko". (HR. Bukhori: 10/78 dan Muslim: 2023)
5. Menjilati tangan, jari dan piring, memakan kembali suapan yang jatuh setelah menyingkirkan makanan yang kotor Anas bin Malik ra berkata:
"إِذَا أَكَلَ طَعَامًا لَعِقَ أَصَابِعَهُ الثَّلَاثَ ،وَقَالَ: إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا وَلْيُمِطْ عَنْهَا الأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ. وَأَمَرَنَا أَنْ نَسْلُتَ القَصْعَةَ .وَقَالَ: إِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ فِيْ أَيْ طَعَامِكُمْ البَرَكَةُ"
"Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila makan, beliau menjilat tiga jarinya (yang digunakan untuk makan). Beliau bersabda: "Apabila makanan kalian jatuh, ambillah dan cucilah kotorannya, lalu makanlah. Dan jangan biarkan bagian untuk syaithon. Beliau memerintahkan kami untuk membersihkan piring makanan. Beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian tidak tahu, makanan kalian yang mana berbarokah". (HR. Muslim: 2034)
6. Makan secara bersama- sama, Rasulullah bersabda:
"فَاجْتَمِعُوْا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهِ يُبَارِكُ لَكُمْ فِيْهِ"
"Berkumpullah kalian ketika makan, dan sebutlah nama Allah SWT niscaya kalian diberi berkah". Dilarang mencela makanan, jika tidak suka ditinggalkan(HR. Abu Daud: 3764)

7. Tidak minum dengan berdiri.
8. Tidak boleh bernafas dalam bejana/ minum dari wadah air minum.
9. Alhamulillah setelah makan dan minum, Abu Umamah ra berkata:
"أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَعَ مَائِدَتَهُ قَالَ :الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ غَيْرَ مَكْفِيِّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنَي عَنْهُ رَبِّنَا"
"Sesungguhnya Nabi SAW apabila menyelesaikan makannya, beliau berdo'a: "Segala puji bagi Alloh yang banyak, baik dan penuh. Pujian yang tidak mencukupi, yang tidak dititipkan dan tidak dibutuhkan oleh Robb kami". (HR. Bukhori: 5458 dan Muslim: 3452)
10. Tidak boleh mencela makanan dan disunnahkan untuk memujinya.
11. Tida terlalu kenyang dalam makan dan minum.

Senin, 07 November 2011

EMOSI


“Sesungguhnya Aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela:
KELUHAN tat kala mendapat nikmat dan UMPATAN tatkala mendapat musibah” (Hadist Rasulullah)

Manusia adalah mahluk yang senang bergembira dan berbangga diri,
Suka berkeluh kesah saat ditimpa musibah,
Meluap dan sulit dikendalikan saat marah,
Dan sangat kikir saat mendapatkan kebaikan
Saat tidak menyukai seseorang ia cendrung menghardik dan mencela,
Begitu juga saat menyukai seseorang, ia akan terus memuja dan menyanjung setinggi langit seolah- olah tidak ada cacatnya.

Emosi dan Perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal: kegembiraan yang memuncak dan Musibah yang berat.
Emosi yang tak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan dan meresahkan diri sendiri. Sebab, emosi akan membuat seluruh tubuh gemetar, akan memaki siapa saja, nafas tersengal- sengal, dan bertindak sekehandak nafsunya. Sedangkan saat mengalami kegembiraan, ia akan menikmatinya secara berlebihan dan lupa daratan.

Akibat tidak mampu mengendalikan emosi, akan timbul berbagai penyakit bahkan bisa menyebabkan depresi dan gila, lebih parahnya lagi bisa menyababkan kematian.  
Jika menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.

Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
  1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
  2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
  3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
  4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
  5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
  6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
  7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain, dan lain sebagainya. (dikutip.com)
Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Saat seseorang memancing emosi, tekanan darah langsung naik ke ubun-ubun, tangan gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Dalam Riwayat  Abu Hurairah dikatakan "Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah" (H.R. Malik).

Beberapa cara untuk meredam atau mengendalikan kemarahan:

1. Membaca Ta'awwudz, “A'uudzu billah mina-syaithaani-rrajiim"
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk).
Marah itu dari syetan,  nah ketika ingin marah segera kita mengucapkan ta’awwudz. Dalam satu hadits diriwayakan : bahwa Rasulullah mendapatkan dua orang sedang saling mencaci sehingga saling merah wajah satu sama lainya karena marah kemudian Rasulullah bersabda :"sesungguhnya akan kuajarkan satu kalimat yang kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu Ta’awwudz.

2. Berwudhu
Feadahnya untuk memadamkan amarah, juga bermanfaat untuk menyegarkan diri dan hati.
Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk atau merubah posisi.
Misalnya dalam keadaan berdiri maka cobalah untuk duduk, jika emosi tidak juga reda cobalah untuk berbaring.
Dari Abi Zar sesungguhnya Rasulullah bersabda : "apabila salah seorang di antara kamu marah sedang dia berdiri maka hendaklah dia duduk dan jika belum reda hendaklan dia berbaring".

4. Diam/ Merenung
Ini cara menenangkan hati, bisa jadi dengan diam dan menyendiri ditempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok.
Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).

5. Bersujud.
Artinya shalat sunnah mininal dua rakaat.
Dalam sebuahhadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)
Shalat akan membuat pernafasan menjadi lebih pelan dan lebih rileks untuk menurunkan tekanan psikologis maupun stress.

Barangsiapa yang mampu menguasai perasaan dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan maupun yang menggembirakan, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Barangsiapa mampu menguasai emosinya, mengendalikan akalnya dan menimbang segalanya dengan benar, maka ia kan melihat kebenaran, tahu jalan yang lurus dan menemukan hakekat.

Islam mengajarkan keseimbangan norma, budi pekerti, dan perilaku sebagaimana ia mengajarkan manhaj yang lurus, syariat yang diridhai dan agama yang suci. Untuk itu, mari kita berusaha untuk berdiri seimbang diantara gelombang kesedihan yang keras dan dengan luapan kegembiraan yang tinggi. Senantiasa bersyukur tatkala mendapat kesenangan dan bersabar tatkala berada dalam kesusahan.

Seperti kata hadist:
“Cintailah orang yang engkau cintai sewajarnya, karena siapa tahu ia akan menjadi musuhmu di lain waktu, dan bencilah musuhmu itu sewajarnya, karena siapa tahu dia menjadi sahabatmu di lain waktu”

Dan dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda:
“Ya Allah, saya minta kepada- Mu keadilahn pada saat marah dan lapang dada”.

 Selamat mencoba…!!